BEWARE
(Banjarnesse Evangelism WAtch and REhabilitation)

Google
WWW Blog ini

11 Agustus 2008

Evangelisasi Urang Banjar ???

images Evangelisasi ??? hemmm benda apalagi ini. Sebuah kosa kata yang mungkin terasa sangat aneh didengar oleh telinga dan dicerna oleh akal bagi sebagian besar masyarakat yang memiliki kultur agama Islam yang kental seperti masyarakat kita di Martapura. Jangan bersedih hati !!!. Penulis yakin bahwa orang seperti anda tidaklah sedikit. Kalau boleh saya jujur, saya sendiri baru mengenal istilah ini ketika sudah berusia 20 tahun.

Baiklah, daripada anda bersusah payah membuka kamus besar Bahasa Indonesia (yang belum tentu pula anda miliki), saya akan membantu anda untuk lebih "melek" akan istilah "Evangelisasi". Menurut Merriam-Webster Dictionary (1) evangelisasi adalah: to preach the gospel to (untuk memberitakan Injil kepada) atau to convert to Christianity (untuk mengubah menjadi Kekristenan).

Kalau sekarang anda sudah mengerti akan apa yang dimaksud dengan "evangelisasi" maka pertanyaan selanjutnya adalah : apakah urang banjar termasuk juga dalam sasaran evangelisasi ?.  Sebuah pertanyaan yang rada susah untuk dijawab !!!. Why ?, Berkaca dari pengalaman penulis sendiri -yang Alhamdulillah dilahirkan sebagai putra Martapura asli- sedari kecil sampai beranjak dewasa rasanya tidak pernah mengenal istilah evangelisasi. Sampai di suatu waktu ketika penulis sedang "surfing" internet mencari bahan buat pekerjaan, badan ini terasa penat sekali. Untuk sekedar mencari penyegaran, penulis mencoba untuk surfing ke hal-hal lain diluar bahan kuliah. Penulis memutuskan untuk mencari segala sesuatu yang berkaitan dengan banua. Klik sana, klik sini, akhirnya penulis tersesat dalam rimba dunia maya. Namun, "ketersesatan" ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi penulis. Pada salah satu situs internet yang membahas mengenai urang Banjar, penulis menjumpai sebuah keyword yang terasa "aneh" : "Unreached People Group (UPG) focus : The Banjar of Southeast Asia" ( http://www.thetask.org/students/eNewsletters/Spring02_06.htm) (2)

Sudah menjadi fitrah manusia jika ia menjumpai sesuatu yang baru dan "inspired" maka ia akan terus mencari. Demikian pula halnya dengan penulis, menemukan adanya "keanehan" ini penulis terus berusaha menggali lebih jauh mengenai keberadaan situs ini. Mungkin inilah cara yang diberikan oleh Alloh Subhanahu wataala kepada penulis untuk "iqra" dan sadar bahwasanya diluar sana senantiasa ada sekelompok pengintai. Penulis jadi teringat akan sebuah ayat di Al Qur'an : Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka (QS. Al Baqoroh ayat 120).

Campur aduk rasanya jiwa ini ketika penulis membaca isi situs di atas. Berbagai hal yang berkaitan dengan keseharian urang Banjar dibahas secara gamblang dalam situs ini. Mulai dari kesaksian dari seseorang -yang mengaku sebagai urang Banjar asli- yang tadinya adalah seorang muslim namun kemudian setelah mendapat "pembelajaran" berpindah menjadi seorang kafir sampai dengan keberadaan Guru Ijai (Guru Sekumpul).

(Gambar 1: doa buat Guru Ijai ???)

image

Selanjutnya dibahas pula mengenai demografi dan kepercayaan urang Banjar.

(Gambar 2: Demografi Urang Banjar)

image

Bahkan yang lebih mengagetkan penulis adalah adanya pernyataan bahwa sudah ada stasiun radio berbahasa Banjar yang khusus menyiarkan program evangelisasi dan siap untuk dipancarkan (The first Christian radio broadcast in Banjar has been recorded and ready to air).

image(Gambar 3 : Station radio evangelisasi berbahasa banjar)

Tak kalah "menariknya" adalah sudah selesainya pembuatan/transliterasi sebuah film berbahasa banjar berjudul "The Jesus Film" yang wabil khusus dipersembahkan bagi saudara-saudaraku urang Banjar !!!!!.

 

Berdoalah kita agar tidak terkejut bila disuatu saat nanti kita akan menemukan Injil berbahasa Banjar sebagaimana sudah terbitnya Injil berbahasa Sunda dan Minang (3).

Belum cukup hanya dengan siaran radio dan film, gerakan ini telah pula melengkapi materi evangelisasi dalam bahasa Banjar berupa audio kaset dan CD MP3 (klik disini untuk mendengarkan) serta cerita bergambar dengan judul "good news/berita baik".  Mereka mengklaim telah berhasil mentransliterasi "Good News" ke dalam 5600 bahasa. Sepertinya pengelola situs ini dan

image 

(gambar 4: skrip/cerita bergambar "good news")

antek-anteknya sangat berharap akan terjadinya bebas buta Injil dan Yesus pada urang Banjar. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah pernyataan pada situs tersebut yang dikutip dari Injil Matius 9:37: "The harvest is plentiful, but the laborers are few. Ask the Lord of harvest to send out laborers to His harvest field".

Sejauh penulusuran yang penulis lakukan, ternyata situs di atas hanyalah salah satu dari sekian banyak situs lembaga Internasional yang secara khusus melakukan gerakan evangelisasi (baca: KRISTENISASI). Gerakan evangelisasi ini mencakup keseluruh bagian dunia yang dianggap masih belum mengenal Injil/Yesus Kristus (termasuk suku Banjar. Dalam istilah mereka, kelompok/suku-suku ini disebut sebagai "Unreached People Group). Sengaja dalam tulisan ini penulis tidak menyertakan alamat-alamat website tersebut untuk menghindari terjadinya "promosi gratis" situs tersebut. Namun bila pembaca sekalian yang berkeinginan serius mengamati gerakan evangelisasi (khususnya terhadap urang Banjar) penulis bersedia memberikan alamat-alamat tersebut dengan menghubungi lewat e-mail ke: laduman@rocketmail.com atau diamoncity.blogspot.com.

image

Jika yang penulis paparkan di atas adalah salah satu gerakan evangelisasi yang bersifat Internasional (dari luar Indonesia), lalu apakah ada gerakan serupa yang "made in Indonesia" ?. Setali tiga uang, sebuah yayasan bernama Doulos yang bermarkas di Jakarta mengembangkan visi untuk menyampaikan kasih Allah (perhatian: huruf "a", bukan "o") kepada lebih dari 125 suku terasing/terabaikan dari kasih Kristus di Indonesia. Berdasarkan penelitian Doulos, di Indonesia terdapat 125 kelompok suku terasing yang belum memiliki kesaksian injil yang diantaranya adalah suku Banjar di Kalimantan.  Untuk masing-masing suku tersebut, Doulos merancang berbagai proyek pemurtadan yang disesuaikan dengan kondisi agama dan kebudayaan masyarakat setempat, antara lain:

- Proyek Yerikho 2000 di Jawa Barat

- Proyek Karapan  2000 di Madura dan Jawa Timur

- Proyek Andalas 2000 di Sumatra Utara

- Proyek Mandau 2000 di Kalimantan

- dll  (4)

Sebuah jurnal elektronik bernama Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Juni 2000, Vol.3 No.022 pada rubrik "Mengenal Suku" secara khusus membahas suku Banjar baik mengenai letak, jumlah populasi, bahasa dll (5).

Memang gerakan-gerakan seperti ini (kristenisasi) sudah bukan barang baru lagi di Indonesia. Namun sebagai urang Banjar muslim yang dijadikan sasaran dari berbagai proyek ini, sebuah pertanyaan besar memukuli kepala saya "Siapkah  aku dan keluargaku menghadapi segala tantangan ini?". Insya Alloh

Kepustakaan:

1. http://www.merriam-webster.com

2.Unreached People Group (UPG) focus: The Banjar of Southeast Asia. http://www.thetask.org/students/eNewsletters/Spring02_06.htm

3. Abu Deedat S, Membongkar Gerakan Pemurtadan Umat Islam: Dokumen Kristenisasi, pustaka Tazkia Az Zahra, 2005

4. Tim Fakta , Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, Penyusun: Ramly Nawai et al, Pustaka Al Kautsar, Jakarta, 2006

5. Suku Banjar, Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Juni 2000, Vol.3 No.022

10 komentar:

Ahmad Rizky Mardhatillah Umar mengatakan...

Beneran akh???

harus dilawan ini, optimalkan dakwah dan fungsikan mesjid sebagai benteng pertahanan kita...

Beware mengatakan...

terima kasih mas sdh ba elang ka gubuk kami. Insya Alloh, apa yg kami paparkan adalah fakta yg ada dan beredar di Internet. Mungkin kita saja ya blm aware dan "beware".Untuk itu tgs kita bersama untuk slg mengingatkan

muslimcreative mengatakan...

Salam kenal juga,,
mksh.
Smoga qita selalu berada di jalan yang lurus.

Toko Fathin mengatakan...

Orang Misi memang diakhir zaman ingin mengajak ke agama kristen. Bagiaman kalau kita buat website tandingan berupa dakwah buat urang banjar jugak? BBudaya Banjar lebih kental dengan islamnya. bagaimana akh? Urang banjar jugak....

Antonius mengatakan...

Kalau agama islam (harus) diperbolehkan berdakwah dimana-mana,kenapa agama lain tidak?
Bukankah itu bisa disebut sebagai sifat 'egois' dan 'ingin menang sendiri'?
Anyway,saya sendiri bukanlah pendukung dari gerakan 'konversi',entah itu kristenisasi,islamisasi ataupun isasi-isasi lainnya.
Beragama adalah hak asasi manusia,orang lain tidak boleh mengusiknya.

Anonim mengatakan...

@Antonius: saya setuju anda mengatakan "Beragama adalah hak asasi manusia,orang lain tidak boleh mengusiknya"me (Lakum dinukum waliyaddin). Namun yg menjadi masalah apabila ada orang atau sekelompok orang yg menyebarkan kenyakinannya kepada "ORANG YANG SUDAH MEMILIKI KEYAKINAN (ISLAM)". Mereka inilah yg lebih tepat dibilang EGOIS !!!

Antonius mengatakan...

@anonim
Ada yang ingin saya tanyakan kepada Anda..
Seandainya ada sekelompok orang (muslim) yang melakukan dakwah Islam terhadap orang2 yang sebenarnya sudah beragama (non-muslim),menurut Anda apakah para pendakwah muslim tersebut juga layak disebut 'egois'..??

Salam.

Anonim mengatakan...

@Antonius: jawabannya: YA

Antonius mengatakan...

@Anonim

Terima kasih.

Salam.

strikefreedom mengatakan...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Ta'ala Wabarakatu....

Salam Sejahtera Saudaraku Yang Hatinya selalu zuhud kepada Allah SWT....

Islam adalah Agama Yang Benar dimuka bumi dan Langit dan Kebenarannya Mutlak .......

Islam menegaskan sikapnya bahwa Agama diluar dari ISLAM adalah Agama yang tidak di ridhoi oleh Allah SWT...Akan tetapi Kaum Muslimin menjaga rasa toleransi kepada kaum diluar ISLAM...

Hal ini terlihat pada Surah Al Kaafiruun yang artinya :

"Katakanlah, hai orang-orang yang kafir! "Aku tidaklah menyembah apa yang kamu sembah." (ayat 1&2). "Dan tidak pula kamu menyembah apa yang aku sembah"(ayat 3). "Dan aku bukanlah penyembah sebagaimana kamu menyembah"(ayat 4). "Dan kamu bukanlah pula penyembah sebagaimana aku menyembah"(ayat 5). "Untuk kamulah agama kamu dan untuk akulah agamaku"(ayat 6).

Menurut tafsiran Ibnu Katsir yang disalinkannya dari Ibnu Taimiyah arti ayat yang kedua: "Aku tidaklah menyembah apa yang kamu sembah," ialah menafikan perbuatan (nafyul fi'li) Artinya bahwa perbuatan begitu tidaklah pemah aku kerjakan. "Dan tidak pula kamu menyembah apa yang aku sembah (ayat 3). Artinya persembahan kita ini sekali-kali tidak dapat diperdamaikan atau digabungkan. Karena yang aku sembah hanya Allah SWT kan kalian menyembah kepada benda; yaitu kayu atau batu yang kamu perbuat sendiri dan kamu besarkan sendiri.

"Dan aku bukanlah penyembah sebagaimana kamu menyembah." (ayat 4). "Dan kamu bukanlah pula penyembah sebagaimana aku menyembah." (ayat 5). Maka selain dari yang kita sembah itu berlain; kamu menyembah berhala aku menyembah Allah Yang Maha Esa, maka cara kita menyembah pun lain pula. Kalau aku menyembah Allah maka aku melakukan shalat di dalam syarat rukun yang telah ditentukan. Sedang kamu menyembah berhala itu sangatlah berbeda dengan cara aku menyembah Allah.

Oleh sebab itu tidaklah dapat pegangan kita masing-masing ini didamaikan; "Untuk kamulah agama kamu, dan untuk akulah agamaku." (ayat 6).

Al-Qurthubi dalam tafsirannya menulis "Tinggilah dinding yang membatas, dalamlah jurang di antara kita." Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah antara kaum Muslim dan kaum Kafir.

Kita berbeda dalam masalah tauhid dan agama. Karena Tuhan yang kita sembah sudah berbeda, cara menyembahpun berbeda.

Dari surat ini kita mengetahui tidak ada kompromi dalam masalah Akidah bagi seorang muslim. Oleh karena itu dalam akidah Tauhid tidak mengenal istilah penyesuaian atau Cynscritisme. Misalnya diantara animisme dengan Tauhid. Penyembahan berhala dengan cara Salat. Menyiapkan sesajen untuk Jin sambil baca Bissmillah dan dzikir. Karena ketika yang Hak, dicampur dengan yang Batil adalah kemenangan yang Batil. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik artinya ialah kemenangan syirik.

Jadi Jagalah keluarga kita dari hal-hal yang membuat kita berpaling dari Keridhoan Allah SWT....

Kaum Muslimin Prinsipnya Jelas bahwa Untuk kamulah agama kamu, dan untuk akulah agamaku."....

tetapi Orang diluar Islam berprinsip bagaimana agama kami menjadi agamamu....

Berpegang teguhlah kepada Keyakinan Yang Haq dan berpedoman pada Al Qur'an dan Hadist Rasulullah SAW....

Wasallamu'alaikum Warahmatullahi Ta'ala Wabarakatu..

Dari :
Miskin Ilmu..